Bismillahirrahmanirrahiim
Alhamdulillah, bisa berbagi kembali dengan sahabat.
Beberapa waktu lalu aku sempat membaca kembali beberapa artikel yang dulu pernah kuambil dari internet juga, tentang motivasi sukses. Sayangnya aku tidak menyimpan alamatnya, sehingga tak bisa menyebutkan sumbernya, kecuali dari google. Artikel itu menceritakan seorang pemandu pendaki gunung bernama Tenzing Norgay.
Tahukah kita siapa Tenzing Norgay?
Mungkin kita akan menyebut, “siapa itu, ndak kenal, nama yang asing terdengar di telinga,” atau “apa seh…orang yang gag terkenal!!”
Tapi, kalau aku bilang, tahu Sir Edmund Hillary?
Banyak dari kita akan menjawab,” o iya tahu, yang naklukin Mount Everest pertama kali itu kan…”
Tepat sekali.
Sekarang yang akan saya bahas, bukan si Edmund, tetapi si Tenzing Norgay, seorang penduduk Nepal yang bertugas memandu para pendaki gunung untuk mendaki Gunung Everest. Ada apa dengannya?
Nah, Pada tanggal 29 Mei 1953 jam 11.30, Tenzing Norgay bersama dengan Sir Edmund Hillary berhasil menaklukkan Puncak Gunung Tertinggi Everest pada ketinggian 29,028 kaki diatas permukaan laut dan menjadi orang pertama didunia yang kemudian menjadi inspirasi dan penyemangat bagi ratusan pendaki berikutnya untuk mengikuti prestasi mereka.
Subhanallah..memang sebuah karya hebat, mendaki gunung tertinggi di dunia. Keberhasilan yang begitu diidam-idamkan banyak Negara untuk prestasi warganya di masa itu, pasca Perang Dunia untuk mengembalikan kepercayaan diri bangsa. Sir Edmund Hillary saat itu, setelah turun gunung mendapatkan gelar kebangsawanan dari Ratu Inggris yang baru saja dilantik, yakni Ratu Elizabeth II dan menjadi orang yang terkenal di dunia waktu itu.
Tetapi, tahukah kita bahwa seorang pemandu, Tenzing Norgay, memiliki peran yang besar dalam pendakian itu. Bagaimana tidak, sedang ia adalah seorang pemandu yang menunjukkan jalan dan menemani seorang Edmund untuk menginjakkan kakinya di puncak. Bukankah sesuatu yang mustahil apabila ternyata yang menginjakkan kaki pertama di Mount Everet bukanlah Rdmund, tapi Tenzing Norgay. Betul tidak?
Tak lama setelah pendakian itu, banyak wartawan dunia yang berebut untuk mewawancarai Edmund Hillary, dan hanya ada satu wartawan yang mewawancarai Tenzing Norgay. Ia menanyakan beberapa hal kepada Tenzing, berikut liputannya:
Reporter : Bagaimana perasaan Anda dengan keberhasilan menaklukkan puncak gunung tertinggi di dunia?
Tenzing Norgay : Sangat senang sekali
Reporter : Andakan seorang Sherpa (pemandu) bagi Edmund Hillary, tentunya posisi Anda berada di depan dia, bukankah seharusnya Anda yang menjadi orang pertama yang menjejakkan kaki di puncak Mount Everest?
Tenzing Norgay : Ya, benar sekali, pada saat tinggal satu langkah mencapai puncak, saya persilakan dia (Edmund Hillary) untuk menjejakkan kakinya dan menjadi orang pertama di dunia yang berhasil menaklukkan Puncak Gunung Tertinggi di dunia....
Reporter : Mengapa Anda lakukan itu???
Tenzing Norgay : Karena itulah IMPIAN Edmund Hillary, bukan impian saya.....impian saya hanyalah berhasil membantu dan mengantarkan dia meraih IMPIAN nya.
Subhanallah…ini memang bukan contoh dari Islam tetapi ini merupakan kejadian di muka bumi yang patut kita jadikan pelajaran pula.
Seorang pemandu pendaki gunung yang mengajarkan pada kita bahwa kita tidak perlu serakah, iri terhadap keberhasilan yang didapat oleh orang lain, tetapi yang penting adalah bagaimana kita dapat bermanfaat bagi yang lain, apalagi dapat mewujudkan impiannya, subhanallah..indah bukan apabila kehidupan kita seperti itu?
Tak perlu memiliki penyakit hati untuk bisa mewujudkan impian diri sendiri juga membantu orang lain wujudkan impiannya bersama-sama.
Indahnya kebersamaan dan kepekaan kita terhadap kebutuhan sesama.
Hamasah!!
Allahu akbar!!


1 'ur comment:
assalamualaikum
saya sangat menyukai blog ini... khususnya backsoundnya... bolehkan saya minta backsound murrotalnya atau kalo saya harus beli cdnya namanya apa. makasih... tolong di jawab ya soalnya saya suka banget denger murrotalnya...
jawab ke email saya ke ortega.boy@gmail.com
Poskan Komentar