Bismillahirrahmanirrahiim
Alhamdulillah, Engkau masih ijinkan telinga ini mendengar lantunan kalamMu yang begitu indah, kalimat-kalimat cinta yang merasuk qalbu, menjadi penyiram jiwaku yang kering di musim futur yang melanda banyak insan di jaman akhir ini..
Bukan sesuatu yang mudah untuk membiasakan diri mendengarkan murotal setiap hari,
Bukan sesuatu yang mudah membiasakan diri membaca buku-buku wajib [baca:ilmu agama],
Bukan sesuatu yang mudah mengganti kebiasaan dengarkan lagu jahiliah dengan nasyid penentram qalbu penyemangat raga,
Kucari banyak cara untuk menyukainya.
Akhirnya kutemukan.
Kini tak perlu resah kalau ingin menyiram qalbu dengan ayat-ayat cinta Tuhan karna telah muncul pelantun-pelantun mungil dengan suara emas yang dapat menggugah jiwa yang tidur terlena fananya dunia.
Siapakah mereka?
Ahmad Saud dan Hasan bin Abdullah,
Subhanallah, mendengar lantunan kalam Illahi dari mulut kecil mereka begitu menentramkan dan dinamis dengan nada tartil baru, mereka jundi-jundi baru Islam yan telah ditunggu oleh banyak orang seperti saya ini.
Mendengarkan murotal kini tak menjadi bosan, tapi menjadi menyenangkan dan ingin turut bisa melantunkan dengan nada tartil yang serupa.
Alhamdulillah ya Rabb, kutemukan jalan cinta quran, he he..
Matur nuwun buat Mas Anas, yang sudah mengenalkan saya dengan video-video murotal, benar-benar membantu. Met menikmati indahnya perjuangan ya mas! Allahu Akbar!
Hayuuk...buat kauand-kauand yang pengen juga dengerin murotal, bisa download di youtube atau buka blog mumtanaz.blogspot.com,insya Allah bermanfaat!
aku tumbuh.. aku kuncup.. aku mekar.. biar aku jadi bunga.. aku layu.. aku pulang padaMu..
Labels
- curhat negh (23)
- dunia dakwah (3)
- easy listening (4)
- EM UB quw (1)
- gema nurani imam ghazali (28)
- Ha eM Aa (1)
- kuliner yummy (1)
- mai sweet family (2)
- memori lebaran (8)
- memori ramadhan (1)
- motivasi akuh (5)
- my Quran (1)
- my review (4)
- nasyid akuh (7)
- tafakkur (40)
- tarbiyah kuh (1)
- walimahan (1)
Kutebar mahkotaku...

Bismillahirrahmanirrahiim...
Ahlan wa sahlan..
selamat datang di blog saia, bunga perantau
setangkai bunga yang tumbuh di peradaban..
berharap bisa berbagi kisahnya dalam perjalanan penuh makna
agar layunya tak membusuk tanpa arti
agar layunya mendapat tempat yang indah di museum hamba-hamba terpilih
Langganan:
Poskan Komentar (Atom)

0 'ur comment:
Poskan Komentar