Kutebar mahkotaku...

Photobucket
Bismillahirrahmanirrahiim...
Ahlan wa sahlan..
selamat datang di blog saia, bunga perantau
setangkai bunga yang tumbuh di peradaban..
berharap bisa berbagi kisahnya dalam perjalanan penuh makna
agar layunya tak membusuk tanpa arti
agar layunya mendapat tempat yang indah di museum hamba-hamba terpilih

Jundullah Always, insya Allah

21.10.08

jangan dipendam,,

Bismillahirrahmanirrahiim
Alhamdulillah, di tengah rasa kantuk yang mencekam, ditemani murotal suara kawan seperjuangan, membuat kelopak mata ini sanggup menahan lekatnya kelopak mata untuk segera terpejam.
Membaca posting dari kauand2 di dunia cyber yang begitu menggoda qalbu untuk segera diberitakan jyga pada kauand lain agar tidak menumpuk di drive computer.
Berikut postingan dari Muhammad’97.
Jangan Dipendam
Teman,
Saya pernah membaca artikel menarik tentang teknik berburu monyet di hutan-hutan Afrika.Caranya begitu unik.
Sebab, teknik itu memungkinkan si pemburu menangkap monyet dalam keadaan hidup-hidup tanpa cedera sedikitpun.
Maklum, ordernya memang begitu.
Sebab, monyet-monyet itu akan digunakan sebagai hewan percobaan atau binatang sirkus di Amerika.

Cara menangkapnya sederhana saja.
Sang pemburu hanya menggunakan toples berleher panjang dan sempit.
Toples itu diisi kacang yang telah diberi aroma.
Tujuannya,agar mengundang monyet-monyet datang.
Setelah diisi kacang, toples-toples itu ditanam dalam tanah dengan menyisakan mulut toples dibiarkan tanpa tutup.

Para pemburu melakukannya di sore hari.
Besoknya, mereka tingal meringkus monyet-monyet yang tangannya terjebak di dalam botol tak bisa dikeluarkan.
Kok, bisa?
Tentu kita sudah tahu jawabnya.

Monyet-monyet itu tertarik pada aroma yang keluar dari setiap toples.
Mereka mengamati lalu memasukkan tangan untuk mengambil kacang-kacang yang ada di dalam.
Tapi karena menggenggam kacang,
monyet-monyet itu tidak bisa menarik keluar tangannya.
Selama mempertahankan kacang-kacang itu, selama itu pula mereka terjebak.
Toples itu terlalu berat untuk diangkat.
Jadi, monyet-monyet itu tidak akan dapat pergi ke mana-mana !

Subhanalloh !

Mungkin kita akan tertawa melihat tingkah bodoh monyet-monyet itu.
Tapi,

tanpa sadar sebenamya kita mungkin sedang menertawakan diri sendiri.
Ya, kadang kita bersikap seperti monyet-monyet itu.
Kita mengenggam erat setiap permasalahan yang kita miliki layaknya monyet mengenggam kacang.

Kita sering mendendam, tak mudah memberi maaf, tak mudah melepaskan maaf.

Mulut mungkin berkata ikhlas,
tapi bara amarah masih ada di dalam dada.
Kita tak pernah bisa melepasnya.

Bahkan, kita bertindak begitu bodoh,
membawa "toples-toples" itu ke mana pun kita pergi.
Dengan beban berat itu, kita berusaha untuk terus berjalan.
Tanpa sadar, kita sebenamya sedang terperangkap penyakit hati yang akut.

Teman,
sebenarnya monyet-monyet itu bisa selamat jika mau membuka genggaman tangannya.

Dan, kita pun akan selamat dari penyakit hati jika sebelum tidur kita mau melepas
semua "rasa tidak enak" terhadap siapapun yang berinteraksi dengan kita.

Dengan begitu kita akan mendapati hari esok begitu cerah dan menghadapinya dengan senyum.
Dan, kita pun tahu surga itu diperuntukkan bagi orang-orang yang hatinya bersih.

Jadi, kenapa tetap kita genggam juga perasan tidak enak itu?
SUBHANALLAH...
>> di event lebaran ini tepat banget kalo bacaannya kayak gini, introspeksi diri kembali, sungguhkah kita tlah maafkan kesalahan kawan, kerabat, atau sekedar di mulut saja?
Na’udzubillah tsumma na’udzubillah...
Hayuuuk,,mari buka pintu maaf selebar-lebarnya untuk smua saudara kita,,
Wallahu a’lam bishshawab

0 'ur comment: