Rindunya hati orang-orang yang arif
berdzikir kepada Tuhan,
dan sebutan mereka waktu bermunajat
dalam kerahasiaan.
Piala-piala (diedarkan)
untuk menyambut kematian mereka,
lalu dipalingkanlah mereka dari dunia
seperti berpalingnya orang yang mabuk.
Keinginan mereka berjalan keliling
di kompi-kompi perkemahan,
karena disitu ada pecinta Allah
seperti bintang-bintang yang bercahaya.
Jasad mereka ada di bumi
Terbunuh karena cinta kepada Allah,
Tapi ruh-ruh mereka di tempat yang terlindung
Menuju ke tempat yang tinggi.
Mereka tidak terus berjalan
Kecuali ke dekat kekasihnya,
Mereka naik tanpa mersakan
Kesusahan dan kesusahan.
Abu Sa’id Al-Kharraz
...
V
Ketika hatiku menjadi beku,
Sempitlah pikiranku,
Maka harapanku kujadikan tangga,
Menuju ampunanMu.
Engkau pandang besar dosaku
Tapi tatkala aku membandingkanny,
Dengan ampunanMu,
Ternyata, ampunanMu lah yang lebih besar.
Engkau selalu memaafkan dosa,
Engka selalu baik,
Engkau selalu memaafkan,
Sebagai anugerah dan kemurahan.
Kalau tidak karena Engkau
Maka tidaklah seorang abid berkeras kepada Iblis,
Bagaimana tidak! Adam yang PilihanMu,
Telah disesatkan oleh Iblis?
Asy-Syafi’i
aku tumbuh.. aku kuncup.. aku mekar.. biar aku jadi bunga.. aku layu.. aku pulang padaMu..
Labels
- curhat negh (23)
- dunia dakwah (3)
- easy listening (4)
- EM UB quw (1)
- gema nurani imam ghazali (28)
- Ha eM Aa (1)
- kuliner yummy (1)
- mai sweet family (2)
- memori lebaran (8)
- memori ramadhan (1)
- motivasi akuh (5)
- my Quran (1)
- my review (4)
- nasyid akuh (7)
- tafakkur (40)
- tarbiyah kuh (1)
- walimahan (1)
Kutebar mahkotaku...

Bismillahirrahmanirrahiim...
Ahlan wa sahlan..
selamat datang di blog saia, bunga perantau
setangkai bunga yang tumbuh di peradaban..
berharap bisa berbagi kisahnya dalam perjalanan penuh makna
agar layunya tak membusuk tanpa arti
agar layunya mendapat tempat yang indah di museum hamba-hamba terpilih
Langganan:
Poskan Komentar (Atom)

0 'ur comment:
Poskan Komentar