Malik bin Dinar mendapatkan bait syair pada nisan sebuah kuburan:
Kuburan itu bermunajat kepadaMu
Padahal dia diam,
Penghuninya di bawah tanah
Dalam kerahasiaan.
Wahai pengumpul harta benda
Yang tiada kunjung berhenti,
Untuk siapa kau kumpulkan harta benda?
Padahal engkau akan mati.
Wahai Ghanim,
Halaman rumahmu luas,
Dan segala sudut kuburmu
Dibangun dengan kokohnya.
Bangunan kubur itu
Tidak memberi manfaat kepada yang dikuburkan,
Apabila dalam kubur itu
Tubuhnya hancur berantakan.
aku tumbuh.. aku kuncup.. aku mekar.. biar aku jadi bunga.. aku layu.. aku pulang padaMu..
Labels
- curhat negh (23)
- dunia dakwah (3)
- easy listening (4)
- EM UB quw (1)
- gema nurani imam ghazali (28)
- Ha eM Aa (1)
- kuliner yummy (1)
- mai sweet family (2)
- memori lebaran (8)
- memori ramadhan (1)
- motivasi akuh (5)
- my Quran (1)
- my review (4)
- nasyid akuh (7)
- tafakkur (40)
- tarbiyah kuh (1)
- walimahan (1)
Kutebar mahkotaku...

Bismillahirrahmanirrahiim...
Ahlan wa sahlan..
selamat datang di blog saia, bunga perantau
setangkai bunga yang tumbuh di peradaban..
berharap bisa berbagi kisahnya dalam perjalanan penuh makna
agar layunya tak membusuk tanpa arti
agar layunya mendapat tempat yang indah di museum hamba-hamba terpilih
Langganan:
Poskan Komentar (Atom)

0 'ur comment:
Poskan Komentar